BUNGLON IBU KOTA

Bunglon Ibu Kota
Oleh: Agust G Thuru

Bunglon-bunglon ibukota itu
Kini santun sujud dalam doa cinta
Seolah mau menebus dosa
Dan menghapus tumpukan kebohongan
Yang tercipta dari bibir penuh racun
Ingin kembali jadi tulus
Menguburkan bangkai busuk
Yang pernah ia tebarkan

Bunglon ibukota itu
Berakrobat meliuk dan menikung
Ia terbang dari arena pertarungan panas
Ingin bertengger pada daun-daun hijau
Yang pernah ia cabik penuh nafsu
Dan melumatnya dengan fitnah keji
Meneriakinya: kau komunis!

Bunglon Ibu Kota itu
Pernah meradang ketika kalah suara
Meski tanpa malu pun sujud syukur
Lalu menabuh genderang perang
Mengerahkan manusia berakal pendek
Turun memenuhi jalan aspal
Sambil berteriak: Tuhan, Tuhan!
Beri kami sepotong kemenangan
Sebab kami sudah haus kekuasaan

Bunglon ibukota itu
Kini sudah tak punya rasa malu lagi
Ia menjelma menjadi manusia sopan
Berwajah tampan vertampang ksatria
Ia menguburkan air ludah berbau busuk
Lalu menebar pujian kepada sang juara
Sambil titip pesan samar-samar
Beri kami kursi kuasa dan jabatan
Pueh, dasar bunglon!

Batubulan, 30 Juli 2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU