WAE SUGI DI MALAPEDHO


Wae Sugi di Malapedho
Buih ombak menulis rindu
Pada batu hitam
Di ranting kering pohon waru
Masih adakah kain tenun
Dan bekas tangan ibu
Yang dulu kusangkutkan di dahannya?

 

Ombak itu tak berubah sejak dulu
Tubuh yang meliuk-liuk itu
Adalah tubuh anak kampung
Yang tak malu telanjang
Berdansa pada riak ombak
Dengan pikiran yang tetap kudus

 

Wae Sugi selembar tasik
Berkisah tentang kedamaian
Setapak jalan cinta
Menyimpan seribu kenangan
Anak-anak pesisir Paupaga sampai Kelitei
Seperti pelikan berhias bulu perindu
Pernah sejenak singgah
Dan menyandungkan lagu bercinta

 

Wae Sugi pada sepotong rindu
Aku mengenang sejemput anak rambut
Yang berkibar ditiup angin
Dan di atas batu itu kita pernah berdiri
Menghitung seluruh jejak yang tercipta
Ah, semua itu sudah ada di masa lalu
Tak mungkin kembali ke masa kini.***

Hotel Aston, 5 Mei 2019
Foto: Rm.Geradus Janga,Pr

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU