2122 MEI


Oleh: Agust G Thuru

Darah itu mengalir di 2122 Mei
Di tanah ibu Pertiwi
Darah rakyat
Yang hilang sia-sia

 

Tubuh-tubuh yang terbujur kaku
Adalah korban agitator
Dari mulut ulat berbulu
Yang tiada henti menebar dengki

 

Anak bangsa yang dikorbankan
Sedang para penculas bersembunyi
Mencuci tangan yang berlepot darah
Sambil berteriak: Tuhan Maha Besar!

 

Nyawa sudah berjatuhan
Para aktor satu persatu minggat
Mencari nyaman di luar negeri
Sambil berteriak: Aku tak bersalah!

 

Kamu bajingan!
Pecundang!
Pengkhianat!
Pengecut!

 

Di negeri ini kami tiada henti
Terus berteriak untuk persatuan
Sebab Indonesia rumah kami
Yang cinta damai

Denpasar, 31 Mei 2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU