Oleh: Agust G Thuru
Suara perutusan itu terus menggaung
Pergilah kita diutus
Kemana mengayuh langkah?
Ke kaki bukit sunyi
Tempat sesama terasingkan
Oleh suhu waktu yang tak bersahabat
Atau ke rumah-rumah mewah
Tempat gelas-gelas kopi berisi kenikmatan
Dan pesta ekstasi digelar?
SuaraNya sapa mengundang
Mari...ikutlah Aku!
Tubuh-tubuh kekar memilih makar
Dari bulir-bulir Rahmat
Yang telah dicurahkanNya
Banyak yang membetontak
Sambil menyangsikan:Engkau siapa?
Menutup gerbang jiwa dan raga
Memalak Tuhan
Yang seharusnya merapat
Di tahta hati nurani
Suara perutusan itu menerobos waktu
Memanggil para pewarta
Untuk mengayun langkahnya
Ke ladang yang tak subur
Pergi ke rumah-rumah maksiat
Yang menjual keringat dosa
Merendahkan martabat kemanusiaan
Dan Dia menantang: Beranikah kamu!
Di kolam-kolam sisi kehidupan
Kegelapan melilit tanpa cinta
Dan kemiskinan
Adalah kisah yang belum berakhir
Berjuta ritme kejahatan
Adalah warna yang belum pudar
Dan kemunafikan
Adalah Genta yang masih berdentang
Penipuan adalah kisah suram
Yanng masih terus bertunas
Ke sana ada panggilan mesra
Pergilah, kita diutus!
Mampukah aku menjawab?
Agust g thuru
Denpasar, 29 Mei 2019
Komentar
Posting Komentar