JEJAK HITAMM


Oleh: Agust G Thuru

Kau mengenakan jubah kebesaran
Dengan banyak kantongnya
Kau simpan potongan-potongan hatimu
Yang tercabik-cabik taring nafsu
Lalu kau muntahan lagi
Di saat kau sudah mabuk

 

Kelelawar-kelelawar keluar pada senja
Menyambutmu dengan cirit yang busuk
Kelekatu-kelekatu menggiringmu
Ke tengah bara api yang membakar
Jubah kebesaranmu hangus terbakar
Tapi kau tidak sadar karena sudah mabuk

 

Di ranting-ranting pohon kebenaran
Berjuta Pipit menyerukan doa tobat
Berharap engkau ikut merunduk kepala
Dan kembali menjadi tuan yang sederhana
Ternyata kau bukan saja sudah mabuk
Tapi kau sudah benar-benar telah mati

 

Di bungkus jubah kebesaranmu
Engkau tampak telanjang memalukan
Di siang hari matahari menyemoohmu
Dan berjuta bintang pada malam
Khusuk melitania jejak-jejakmu
Ternyata ada darah korban
Di jejak hitammu

Denpasar 20 Mei 2019
Pada Hari Kebangkitan Nasional

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU