Bersatulah para rasul awam
Dari ujung timur dan ujung barat
Dan dari ujung utara sampai ujung selatan
Agar menjadi sekawanan domba
Yang siap melawan ribuan harimau ganas
Dan berani berteriak: Kami tidak takut
Bersatulah para rasul awam
Menjadi suara yang terus bergema
Di tengah Medan juang yang keras
Di saat suara-suara yang menyobek nurani
Akan seringkali menjadi sarapan
Bahkan menjadi makan siang dan makan malam
Yang tak punya nilai rasa
Sebagai anak satu ciptaan
Di saat rasul awam membuka telinga
Engkau akan mendengar celoteh memantik iman
Sepadang kata berbau darah perang saudara
Akan seringkali menjadi bara api
Yang membakar nurani
Mestikah kita mengasah parang
Untuk berperang demi agama?
Suara rasul awam
Adalah gema ribuan tahun
Yang pernah membalur padang penuh belalang
Dan teriakan mendebarkan: Bertobatlah!
Meski taruhannya adalah nyawa
Yang tak akan diperhitungkan
Sebagai sesama Citra Allah
Bersatulah para rasul awam
Menjadi satu berkas kekuatan
Yang tidak mengalahkan kebatilan dengan pedang
Dan tidak menang karena kekuatan senjata
Tetapi dengan seruan kata cinta
Mewabahkan belas kasih berlimpah
Sebab suara cinta kasih
Akan membuahkan banyak pahala
Dan mengembalikan mereka dari jalan sesat
Menjadi sesama yang saling merawat kebhinekaan
Rasul awam adalah garda Gereja
Bukan untuk perang
Tetapi untuk mengubah wajah dunia
Menjadi lebih beradab
Karena Roh Kudus akan terus bekerja
Tanpa istirahat sedetikpun
Percayalah!
Agust G Thuru
Denpasar, 9 Mei 2019
Komentar
Posting Komentar