TUBUH-MU DAN DARAH-MU
Oleh: Agust G Thuru
PADA malam perjamuan terakhir itu
Ah...seandainya aku ada di sana
Menatap-Mu mengangkat roti
Aku akan menulis getar-getar
suara-Mu
“Terimalah dan makanlah,
inilah Tubuh-Ku”
Malam penyerahan total
Pengorbanan tubuh yang suci mulia
Adakah aku mampu menyatu raga
Dengan kemuliaan-Mu?
Pada malam perjamuan terakhir itu
Ah...seandainya aku ada di
antara para murid
Menatap-Mu mengangkat
cawan anggur
Aku akan menulis getar-getar kemuliaan-Mu
“Terimalah dan minumlah,
inilah Darah-Ku”
Malam membiarkan darah korban
Membasuh luka-luka selaksa umat
Adakah aku mampu menenggak Darah-Mu
Yang tiada bernoda?
Peristiwa itu telah berlalu beribu tahun
Tetapi suara-Mu tak pernah akan lekang
Terus merasuk jiwa dan ragaku
Engkau bukan seolah-olah bertahta di hatiku
Tetapi Engkau ada dalam seluruh ragaku
Dan Tubuh-Mu bertahta dalam jiwaku
Darah-Mu mengalir pada nadiku
Meski Engkau tahu aku tak pantas
Sebab berlumur dakil dosa
Malam perjamuan itu telah lama berlalu
Tetapi pesan-Mu terus menggema
Membangkitkan selaksa umat-Mu
“Lakukan ini untuk peringatan akan Daku”
Pesan yang telah terwariskan
Melewati segala abad
Dalam kisah suka dan duka
Hadir dalam setiap perjamuan
Ekaristi
Sampai hari ini
Yesus...betapa tak tertakarkan lagi
Pengorbanan-Mu yang tulus
Dari korban salib penuh darah
Engkau biarkan Tubuh-Mu
Menjadi santapan rohani
Membiarkan Darah-Mu
Seperti tetes hujan dari langit
Membasuh setiap jiwa yang lesuh
Dan kami diselamatkan
Sebab Engkau Tuhan kami yang hidup
Jika hari ini kami rayakan hari-Mu
Menguduskan Tubuh dan Darah-Mu
Membiarkan-Mu masuk
Ke dalam jiwa raga anak-anak
Kami tahu ya Tuhan
Tubuh dan Darah-Mu menjadi santapan
Tidak sekedar menghapus
rasa lapar dan haus
Tetapi untuk menumbuhkan
Iman, harapan dan cinta kasih
Dalam persaudaraan insani kami.
Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus
Denpasar, 23 Juni 2019
Ah...seandainya aku ada di
antara para murid
Menatap-Mu mengangkat
cawan anggur
Aku akan menulis getar-getar kemuliaan-Mu
“Terimalah dan minumlah,
inilah Darah-Ku”
Malam membiarkan darah korban
Membasuh luka-luka selaksa umat
Adakah aku mampu menenggak Darah-Mu
Yang tiada bernoda?
Peristiwa itu telah berlalu beribu tahun
Tetapi suara-Mu tak pernah akan lekang
Terus merasuk jiwa dan ragaku
Engkau bukan seolah-olah bertahta di hatiku
Tetapi Engkau ada dalam seluruh ragaku
Dan Tubuh-Mu bertahta dalam jiwaku
Darah-Mu mengalir pada nadiku
Meski Engkau tahu aku tak pantas
Sebab berlumur dakil dosa
Malam perjamuan itu telah lama berlalu
Tetapi pesan-Mu terus menggema
Membangkitkan selaksa umat-Mu
“Lakukan ini untuk peringatan akan Daku”
Pesan yang telah terwariskan
Melewati segala abad
Dalam kisah suka dan duka
Hadir dalam setiap perjamuan
Ekaristi
Sampai hari ini
Yesus...betapa tak tertakarkan lagi
Pengorbanan-Mu yang tulus
Dari korban salib penuh darah
Engkau biarkan Tubuh-Mu
Menjadi santapan rohani
Membiarkan Darah-Mu
Seperti tetes hujan dari langit
Membasuh setiap jiwa yang lesuh
Dan kami diselamatkan
Sebab Engkau Tuhan kami yang hidup
Jika hari ini kami rayakan hari-Mu
Menguduskan Tubuh dan Darah-Mu
Membiarkan-Mu masuk
Ke dalam jiwa raga anak-anak
Kami tahu ya Tuhan
Tubuh dan Darah-Mu menjadi santapan
Tidak sekedar menghapus
rasa lapar dan haus
Tetapi untuk menumbuhkan
Iman, harapan dan cinta kasih
Dalam persaudaraan insani kami.
Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus
Denpasar, 23 Juni 2019
Komentar
Posting Komentar