BAPAK


Oleh: Agust G Thuru

Bapak adalah jembatan titian
Untuk jalan pada ziarah anak cucunya
Menggapai langit
Memetik bintang
Dalam doa-doanya

Bapak setia menyaksikan
Saat ada peristiwa kejatuhan
Ia mengulurkan tangannya
Pada saat yang tepat
Agar bangkit dan bersiarah lagi

 

Bapak senantiasa menyaksikan
Anak cucu menangis putus asa
Ia tidak banyak bicara
Tetapi di kesendiriannya
Ia berdoa untuk menumbuhkan kekuatan

 

Bapak juga pesiarah
Yang suatu saat tepat
Harus menyelesaikan tugasnya
Pergi untuk mengasoh abadi
Menanti sampai perjumpaan kembali

 

Bapa telah pergi selamanya
Tapi roh masih ada dalam dada
Namanya tak bisa mati
Dan setiap ada kesempatan
Disebutkan dalam doa dan litani

Denpasar, 16 Juni 2019
Mengenang 16 Juni 2018 tahun lalu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUATU PAGI DI CORNELIUS

SENJA DI KALI MADIUN

DOA MENJELANG PEMILU