Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2019

Doa Dalam Segenggam Harapan

Oleh: Agust G Thuru Pada segenggam harapan Aku balurkan helai-helai doa Pada-Mu kekasih hatiku Kuharap kedip mata-Mu Terus memanah jiwaku Agar tumbuh menjadi rahmat Yang pantas ditularkan   Matahari-Mu telah menyapa Selembut awan yang terus berarak Harum napas cinta-Mu Tertebar pada segala tempat Tangan-Mu yang perkasa Menuntun setiap ayunan langkah Aku rebah di kebesaran kuasa-Mu   Hari baru telah dibentangkan Seperti jembatan titian Tempat kehidupan dipertaruhkan Berpacu dalam detak waktu Yang terus mengalir dan mengalir Bersama desau roh-Mu Yang tak pernah berkesudahan   Tuhan Ini hari kusentuh umbai jubah-Mu Menuliskan litani dosa Dan oleh belas kasih-Mu Cinta-Mu bertahta pada hatiku Untuk menguasai kehendakku Agar hidup tetap dalam nama-Mu Denpasar, 29 Juni 2019

Dan Kita Bersatu

Oleh: Agust G Thuru   Kita menyatu di Prime Plaza Sanur Mendendang syair:Dan kita bersatu! Gema suara bertalu Semangat membara dalam gerakan Berteriak: Dan Kita bersatu!   Wajah-wajah dalam guratan ramah Bercanda dalam sepenggal waktu Di tanah rahmat para dewata Kita telah sama-sama melukis jejak Bahwa ada perjumpaan yang hangat Tanpa membangun tirai pembatas Sebab Kita bersatu   Gema suara mengalir dari ruang hotel Menyatu pada hati insan koperasi Yang menyambut penuh kehangatan Di saat kita bertandang Melipatgandakan senyum penuh harapan Bahwa gerakan kita akan melesat Dalam mengarung segala waktu   Dan pada akhirnya kita harus pulang Ke kanal-kanal tempat harapan ditaburkan Kembali ke ladang penuh harapan Untuk terus merawat semangat Sambil berdendang: Dan Kita bersatu!   Di Prime Plaza Sanur Sepenggal waktu kita menyatu Terus bernazar: Dan Kita bersatu! Juga ketika kita akan kembali Menghirup aroma cen...

TUBUH-MU DAN DARAH-MU

Oleh: Agust G Thuru PADA malam perjamuan terakhir itu Ah...seandainya aku ada di sana Menatap-Mu mengangkat roti Aku akan menulis getar-getar suara-Mu “Terimalah dan makanlah, inilah Tubuh-Ku” Malam penyerahan total Pengorbanan tubuh yang suci mulia Adakah aku mampu menyatu raga Dengan kemuliaan-Mu? Pada malam perjamuan terakhir itu Ah...seandainya aku ada di antara para murid Menatap-Mu mengangkat cawan anggur Aku akan menulis getar-getar kemuliaan-Mu “Terimalah dan minumlah, inilah Darah-Ku” Malam membiarkan darah korban Membasuh luka-luka selaksa umat Adakah aku mampu menenggak Darah-Mu Yang tiada bernoda? Peristiwa itu telah berlalu beribu tahun Tetapi suara-Mu tak pernah akan lekang Terus merasuk jiwa dan ragaku Engkau bukan seolah-olah bertahta di hatiku Tetapi Engkau ada dalam seluruh ragaku Dan Tubuh-Mu bertahta dalam jiwaku Darah-Mu mengalir pada nadiku Meski Engkau tahu aku tak pantas Sebab berlumur dakil dosa Malam perj...

Di Tepi Danau Buyan

Oleh: Agust G Thuru Keajaiban adalah wajah-Mu Yang terlukis penuh kemegahan Pada segala lekak lekuk buana Yang Engkau jadikan Dengan hembusan napas-Mu   Bukit dan gunung Laut dan danau Tanah datar dan jurang Sungai yang meliuk ke muara Hutan dan belukar Margasatwa dan keunikannya Adalah kehadiran roh-Mu   Jika aku berdiri di sini Engkau sedang menunjukkan wajah-Mu Dalam keagungan tiada bandingan Dan tangan-Mu yang Kudus Sedang melukis segala warna Menjadikan bumi indah Untuk semua ciptaan-Mu Danau Biyan, 22 Juni 2019

Pada Ulang Tahun Presidenku

Oleh: Agust G Thuru Presiden itu pelayan Ia Joko Widodo Pekerja yang tak kenal lelah Curahkan tetes keringat untuk Pertiwi Biarkan jiwa raga menyatu rapat Dengan tanah tumpah darah   Ia telah mengubah wajah tanah air Membawa ke era penuh harga diri Jutaan rakyat telah membuka hati Membiarkan cinta mengalir Dan tersangkut pada sosok pekerja Yang tak pernah lelah   Ribuan orang pura-pura tutup pintu hati Mereka berteriak luapkan kebencian Caci maki dan sumpah serapah Fitnah dan tuduhan tanpa fakta Mereka sajikan untuk hancurkan Presiden Tetapi Jokowi tegap berdiri Karena Tuhan tahu kejujurannya   Ia membangun meski banyak orang sinis Ia bekerja meski banyak orang tak menghargai Ia mengabdi meski banyak orang bilang pencitraan Ia tak pernah goyah sedikitpun Karena memang ia Presiden pilihan rakyat Ia orang baik di jaman ini   Selamat ulang tahun bapak Jokowi Kutahu Tuhanku dan Tuhanmu Akan menambahkan kekuatanmu Ag...

Catatan Panggilan

Oleh: Agust G Thuru   Suara perutusan itu terus menggaung Pergilah kita diutus Kemana engkau mengayuh langkah? Ke tengah kemewahan ragawi Atau ke kaki bukit sunyi Tempat tapa dan doa menjadi kekuatan Dan rahmat berbuah melimpah   Berjuta mendengar gema perutusan Lalu mengayuh langkah Ke rumah-rumah mewah Tempat gelas-gelas kopi berisi kenikmatan Dan pesta ekstasi digelar Karena merasa hidup tanpa ikatan Memuja kebebasan dan kemerdekaan    Hanya sedikit mendengar panggilan Tuaian banyak tapi pekerja sedikit Memilih jalan menyepi di kaki salib Bukan karena tersesat di perjalanan Tapi yang berani menjawab Ya ini aku utuslah aku   SuaraNya sapa mengundang Mari...ikutlah Aku! Wajah-wajah jelita memilih makar Dari bulir-bulir kesenangan duniawi Menyepi di ladang anggur Agar bebas merawat dan menuai   Lebih banyak orang memberontak Menantang Tuhan: Engkau siapa? Menutup gerbang jiwa dan raga Memala...

Kepak Sayapmu

Oleh : Agust G Thuru Kepak sayapmu Kekuatan yang mengakar Dari jiwa yang membaja Dan terbanglah mengelilingi waktu Sampai saat engkau menggapai bintang Dan menggelar pesta syukuran Kepak Sayapmu kekuatan jiwa Mata air roh Yang terus mengalir Menembus tanah kering Menumbuhkan benih Menjadi pohon kebajikan Kepak sayapmu kekuatan ragawi Terbanglah mencumbu waktu Yang masih menjadi kesempatan Untuk engkau tebar benih kasih Agar tercatat pada setiap hati Yang mencintaimu Denpasar, 18 Juni 2018

BAPAK

Oleh: Agust G Thuru Bapak adalah jembatan titian Untuk jalan pada ziarah anak cucunya Menggapai langit Memetik bintang Dalam doa-doanya Bapak setia menyaksikan Saat ada peristiwa kejatuhan Ia mengulurkan tangannya Pada saat yang tepat Agar bangkit dan bersiarah lagi   Bapak senantiasa menyaksikan Anak cucu menangis putus asa Ia tidak banyak bicara Tetapi di kesendiriannya Ia berdoa untuk menumbuhkan kekuatan   Bapak juga pesiarah Yang suatu saat tepat Harus menyelesaikan tugasnya Pergi untuk mengasoh abadi Menanti sampai perjumpaan kembali   Bapa telah pergi selamanya Tapi roh masih ada dalam dada Namanya tak bisa mati Dan setiap ada kesempatan Disebutkan dalam doa dan litani Denpasar, 16 Juni 2019 Mengenang 16 Juni 2018 tahun lalu

PADA NAMA TRINITAS

Oleh: Agust G Thuru Pada nama Trinitas Aku sujud dalam sembah dan penyerahan Pada-Mu ya Bapa, Putera dan Roh Kudus Pada keesaan tiga pribadi Kemuliaan itu telah terpancar Seperti matahari memancarkan sinar Dan rembulan malam sajikan kilau langit semesta Aku kecil tak berarti dihadapan-Mu   Bapa, ya Abba Sang kehidupan kekal Engkau memegang tali pengikat jiwa kami Dan kapan saja Engkau mau Kehidupan terputuskan Tetapi kami percaya kuasa-Mu adalah jalan cinta Yang tak pernah berkesudahan Seperti cinta dan rahmat-Mu Yang terus mengalir tak pernah berkesudahan   Ya Putera Penebus yang wafat di salib hina Cinta-Mu mengalir dari seluruh liang luka-Mu Darah menebar wangian kekudusan-Mu Meresap pada setiap lembar hati Setiap umat yang percaya pada-Mu Juga mereka yang menghujat-Mu Salibkan Dia! Salibkan Dia! Dan Engkau berbalas: Kubangkitkan engkau!   Ya Roh Kudus penjiwa yang setia Hembusan nafas-Mu adalah nyala api cinta Yang me...

Kepada Penulis Puisi

Oleh: Agust G Thuru Rangkaikan sejuta kata mulai sekarang Menjadi bait-bait puisi Jika tak ada halaman buku untuk memajang Tulislah di langit mulai sekarang Untuk sebuah pewarisan Langit adalah lembaran kertas Yang tak pernah lusuh Biarpun hujan dan badai melanda bumi Sebab meskipun ada mendung Esok langit kembali cemerlang Kumpulkan sejuta kata bermakna Menjadi syair petuah untuk generasi mendatang Jika buku tak mampu menampung Tulislah di angkasa luas Sebab angkasa akan tetap pada setiap jaman Pajangkan kata-kata kearifan Pada setiap detak hasrat menulis sajak Jika tak ada halaman buku mewarta Tuangkan saja di seluruh jagat Untuk mereka tahu engkau hidup pada sebuah jaman Denpasar 16 Juni 2019 Selamat Hari Sastra NTT

MENDUNG

Oleh: Agust G Thuru Ada mendung menggelayut Pada langit berkabut Tetes hujan tempias Di kening perkabungan Dalam doa penyerahan   Pintu langit sudah terkuak Membiarkan jalan terbentang Pulang ke keabadian Untuk tak kembali lagi Sebab perpisahan sudah kekal   Mendung pada penggalan waktu Meremuk jiwa yang rindu Menggiring sukma ke liang lahat Tempat istirahatmu abadi Pada mendung aku merindumu Denpasar, 15 Juni 2019

JUNI

Oleh: Agust G Thuru Juni ini bulan musim dingin Sehelai daun yang gugur Tersangkut ia pada tempayan Yang menampung air mata Dalam luka kehilangan   Dia layu Lalu lepas dari tangkai Dan dikuburkan   Juni ini bulan sepi Daun sulung tak lagi berdesir Ia telah menua Lalu kering Dan kembali ke rahim bumi   Dia hilang Pada waktunya Pergi dan tak kembali lagi Denpasar, 14 Juni 2019

PEREMPUAN PENAKLUK

Oleh: Agust G Thuru Perempuan Penakluk itu Kakinya memijak pijar matahari Umbai jubah berjuntai selimut bara api Ia berdiri kokoh menjunjung langit Perempuan penakluk tangguh Tak tergoyahkan   Kakinya putih berkilau Menyinari seisi bumi Telapaknya menginjak ular beludak Rambutnya mengibas dengus setan Tatapan matanya lembut sejuk Menghalau lelembut pemusnah bumi   Perempuan itu mengusung bumi Pada jemarinya yang lentik Kekuatan setan dahsyat terkalahkan Tangan perempuan itu terentang Terbuka untuk merangkul isi bumi Bulir-bulir kasih sejati ibunda Terpancar menebar damai sejati   Bunda yang berbelas kasih Ibu semesta yang penuh cinta Namamu selalu disebut:Maryam! Pada setiap butir tasbih Engkau mengelus jiwa yang kesepian Mencinta dan menyembuhkan Engkau sungguh perempuan penakluk Denpasar, 13 Juni 2019

SETELAH SENJA

Oleh:Agust GT Setelah senja pasti ada jalan pulang Tak ada jalan kembali Pergi yang sudah kekal Pulang yang pasti abadi   Pulang pun sendiri Pergi pun tak berkawan Siraman air mata bukan penghangat Dan taburan bunga bukan pesona   Setelah senja malam pun berakhir Tak ada litani menyusur sepi Tak ada seteguk kopi pagi Semua larut pada senja yang berlalu Pantai Sanur, 12 Juni 2019

SYUKUR

Oleh: Agust G Thuru Masih ada detak jantung Mendekap matahari Setelah bulan usai berpuasa Dan pintu maaf terbuka Mengalirkan air surgawi Dengan pujian syukur   Sudah sampai waktunya Melangkah di jalan hijrah Setelah lelah bertualang Daun-daun kering telah gugur Saat keadaban bertunas Dalam satu bahasa cinta   Masih ada detak jantung Mendekap pahala surgawi Setelah lewati bulan bersujud Mestinya tak ada hati beku Dan semua jendela dibuka Agar hembusan roh surgawi Menjadi taruhan untuk perubahan Denpasar, 11 Juni 2019

ROH

Oleh: Agust G Thuru Ia yang melesat dari langit Menembus ubunku Menghapus duka Menyembuhkan luka   Ia cahaya cemerlang Melesat dari matahari Menembus dinding hitam Membakar segala dosaku   Ia tanpa wajah Dan tanpa suara Kekuatan-Nya menggoncang Dan aku rebah pada kuasa-Nya   Ia lidah api yang melayang dari surga Menyapa dengan bahasa cinta Berbisik dalam bahasa Roh Yang membebaskan Denpasar, 9 Juni 2019 Selamat Pentakosta

ANGIN

Oleh: Agust G Thuru Jika cumbumu meresap Pada daun di padang Sabana Hembuskan nafas cinta Agar terhapus debu yang melekat Dan kupu-kupu bebas bercinta Tanpa saling meluka   Angin musim kemarau Membasuh laknat Mencekam berang Tak saling mendekap Hilangkan suka Alirkan duka   Jika cumbumu terus mengalir Pada bunga cinta di bukit damai Hembuskan bahasa kasih Agar terhalau dendam Menghapus dengki Dan pipit di tanah perjanjian Pulang ke satu sarang Meninggalkan riak-riak liar Yang membunuh peradaban   Angin musim hujan Membasuh rindu Mencumbu jiwa-jiwa Meresap kehangatan Dalam rindu tanah air Diguyur hujan kebebasan Yang memerdekakan Angin bawa aku ke rahim ibu Mengabdi Pertiwi Renon, 7 Juni 2019

KATA DI IDUL FITRI

Oleh: Agust G Thuru Mari kita rayakan Idul Fitri Meski kita berbeda Antara engkau dan aku   Kita ada dalam bingkai keragaman Lalu kita nyanyikan lagu Di firdaus yang sama Antara aneka warna bunga Yang tiada henti bermekaran   Idul Fitri Bahagiamu Bahagiaku   Mari memungut sejuta kata Yang terberaikan waktu Untuk kita dirikan monumen Tempat kita gantungkan persaudaraan Agar mata dunia terbuka Melihat pelangi yang indah Di tanah air kita   Sejuta kata di Idul Fitri Telah tertulis di buku alam Dan aku titip satu kata Di setiap sanubari Kata DAMAI Selalu indah Dan penuh makna Denpasar, 5 Juni 2019 Selamat Idul Fitri

AYAH

(Kepada sahabatku Rm. Geradus Janga) Oleh: Agust G Thuru Ayah adalah kekuatan Nafas yang menghembuskan cinta Memberi makna pada rahim perempuan Untuk melahirkan anak-anak   Ayah memberi jalan bagi anak-anak Atas nama pilihan bebas Ia sering ada dalam tapa Dan melantun doa dengan caranya   Ayah adalah kesetiaan Yang menuntun anak-anak Dengan doa-doa yang sederhana Agar menjadi warisan paling berharga   Ayah menikmati hidup Pada sejuk lembut kampung leluhur Menyatu dengan gerit batang bambu Dan aroma kopi dari ladangnya sendiri   Ayah persembahkan buah cinta Untuk menyiang rumput di kebun anggur Dan setelah saatnya tiba Ia kembali ke pangkuan Sang Khalik   Itulah ayah Dengan kisah yang tak akan usai Meski sering dilafal atau ditulis Sebab meski mati tapi ia tetap hidup Denpasar, 2 Juni 2019 Hari Minggu Komsos Sedunia

AIR MATA CINTA

Oleh: Agust G Thuru Bening bola matamu Berbalut seribu tetes air mata Adalah sejuta kata dalam kebisuan Karena engkau mencinta   Kematian Kehilangan Abadi selalu   Jika engkau menghapus pedih Tanpa jerit perpisahan Dan meluruhkan butir-butir duka Itu pertanda merekat cinta Yang telah lama terjalin Dan kini saatnya mesti dipisahkan   Engkau telah tunjukkan jalan cinta Dari ayunan langkah pertama Hingga sampai pada batas terakhir Menulis petuah-petuah Bahwa cinta mesti sampai juga Pada batas yang tak bisa diramalkan   Kesetiaan pada bejana perkawinan Adalah suluh yang pantas digenggam Bagi generasi yang meretas jalan Membangun mahligai cinta Jika engkau meneteskan air mata Aku tahu engkau telah mengajar Tentang apa artinya kesetiaan itu Denpasar 1 Juni 2019 Kepada Bapak Susilo Bambang Yudhoyono

SELAMAT JALAN IBU ANY

Oleh: Agust G Thuru Jalan panjang telah engkau lewati Tapak demi tapak dalam rentang pengabdian Telah engkau catat satu persatu Menulis di kertas kehidupan Dengan cucuran keringat   Engkau melangkah di jalan terjal Juga melintas di tanah rata Menitipkan kata penuh cinta Dan kalimat-kalimat bertuah Untuk dikenang anak negeri Di tanah air yang engkau cintai   Separuh waktumu untuk memahat cinta Mendampingi sang pemimpin negeri kita Separuh hidupmu untuk mengabdi Bagi tanah warisan leluhur Engkau tulus memberi hidup Untuk keluhuran anak satu bangsa   Perjalananmu telah sampai di ujung lintasan Saat seluruh pengabdian diwariskan Dan telah tiba waktu yang tepat Ibu harus pulang ke pangkuanNya Namamu akan tetap tercatat pada sejarah Tentang rentang sepuluh tahun Saat aku melafal adamu Ibu negara yang setia   Kini saatnya ibu pulang Pulanglah! Sebab namamu telah tertulis Abadi di tanah air ini Berjuta rakyat yang me...

PANCASILA

Agust G Thuru Tuhan yang esa Tangan yang menenun nafas kemanusiaan Meniupkan roh keadilan Ke dalam jiwa-jiwa kehidupan Untuk cinta dan beradaban   Tuhan yang menanam pohon bangsa Menyatukan segala keragaman Memberi nama sakral: INDONESIA!   Tuhan bersemayam pada berjuta wajah Rakyat yang patuh pada perjanjian Mendirikan Mesbah tempat tumpu Berembuk dalam musyawarah kerakyatan Setia pada kepemimpinan Percaya pada penerus lidah rakyat   Tuhan itu adil Menanam keadilan pada negeri Semesta rakyat bermadah gembira Berseru: Terima kasih Tuhan Untuk sentuhan mistik kata Yang telah terangkai Dalam pigura Pancasila sakti   Denpasar, 1 Juni 2019 Selamat Hari Sakti Pancasila