Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

PUISI DI PESTA EMASMU

Jalan panjang sudah ditempuh Ada kelokan-kelokan yang sudah dilewati Ada tanjakan yang sudah didaki Dan ada jalan terjal yang sudah dituruni Itulah jalan kita bersama Di satu paguyuban Lingkungan Bernadette Ini paguyuban kita bersama Warisan para peretas ladang 50 tahun lalu Yang menanam benih-benih kebersamaan Dan tumbuhkan buah-buah iman Menyatukan dan saling mendewasakan Limapuluh tahun telah beranjak waktu Bergantian generasi ke generasi Peretas di masa awal banyak yang telah pulang Mari kita kenang mereka Menulis nama: Leo, Romanus, Agnes,Martina Meski masih menyisakan yangkung Soeharman Mari kita mengenang pengabdi Yang memberi diri menjadi pemimpin Menulis nama mereka yang telah pulang Leo, Romanus, Darisman dan Supardi Dan berterima kasih kepada Enrico, Sukirno dan Bambang Karena kalian membiarkan diri Menjadi pelayan yang bersahaja Mari kita ukir nama penjasa Di kedalaman hati yang mendalam Sekarang saat yang terindah Menyatu...

ENGKAU BERHARGA

Gambar
Hari ini diperuntukkan bagimu Kekasih-kekasih yang pernah jatuh Di jalan penuh tabur bunga cinta Dan saat engkau tersadar Bersimbah air mata sesal Dunia membencimu Memberimu salib hitam Engkaupun memanggulnya sendiri Engkau diolok dan dijauhkan Dicap sampah masyarakat Meski Tuhan merentangkan tangan-Nya Selalu siap memelukmu penuh cinta Membisik lembut di telingamu: Anak-Ku Aku mengasihimu Membiarkan kepalamu benam Pada luka lambung-Nya Engkau pernah jatuh Pada jalan sesat ziarahmu Tetapi di saat engkau bangkit lagi Mendekat pada Sang Maha Kasih Engkau tetaplah berharga Karena mata-Nya memandangmu tulus Tanpa pernah membedakan Karena engkau tetap berharga Denpasar 1 Desember 2018 Pada Hari AIDS Sedunia

IBU YANG MENCINTA

Gambar
Ibu yang setia dan mencinta Bunda yang dimahkotai di surga Perawan yang tak bercela Abdi bagi seluruh anak bangsa Yang menyimpan perkara di hatinya Ibu yang perkasa dan kuat dalam duka Yang menjadi suluh teladan Ibu yang berbelas kasih: Ibu Maria ! Ibu yang sederhana Perempuan di rerimbun ladang Pada bukit dan lereng gunung Yang menginang gigi hitam pekat Menebar aroma bau pinang Ibu yang menyusu anak-anaknya Dengan cinta yang tak punah Ibuku yang sederhana: Fransiska! Ibu yang memberi seluruh jiwa raga Melangkah bersama dalam suka duka Ibu yang melahirkan anak-anak Dan menyusu buah cinta Ibu yang setia menemani Mendengarkan keluh kesah Ibu yang menerimaku apa adanya Ibu anak-anakku yang penuh cinta Ibu dan istri yang luar biasa: Cicilia! Untuk kalian perempuan-perempuan Penggal-penggal kata telah kususun Menjadi altar tempat merayakan cinta Menahtakan pengakuan nurani iklas Bahwa hidup tidak dapat sempurna Tanpa kalian yang penuh ket...